VII. Pengembangan Minat Baca dan Kebiasaan Membaca

VII. Pengembangan Minat Baca dan Kebiasaan Membaca

1. Minat Baca dan Kebiasaan membaca:
Perhatian, kesukaan atau kecendrungan hati untuk membaca

2. Kenapa Membaca Buku:

  • “Buku adalah sumber ilmu, buku adalah jendela dunia”, Maksudnya adalah melalui buku segala macam informasi bisa diperoleh. Seseorang yang mencintai buku pastilah ia memiliki ilmu yang luas, cakrawala yang jauh dan wawasan yang panjang, ia juga akan arif melihat perbedaan dan bijak dalam memandang persoalan.Melalui buku memperoleh ketrampilan baru dan merasakan kenikmatan karena indahnya suatu bacaan dalam melukiskan suatu kehidupan. Pendek kata kesukaan membaca menjadikan seseorang “lebih” dibanding yang lain.
  • “Wahyu pertama adalah Iqra yang berarti bacalah”

         IQRO BISMI ROBBIKAL LADZI KHOLAQ
         Bacalah dengan Nama TUHAN engkau yang telah MENCIPTAKAN (seluruh alam).

         KHOLAQON INSAANA MIN ALAQO
         Menciptakan manusia dari ALAQO ( darah , bergantung).

         IQRO WA ROBBUKAL AKROMUL LADZI AL LAMA BIL QOLAM
         Bacalah dan Tuhan engkau yang telah memulyakan dengan mengajari kamu dengan kalam.

         AL LAMAL INSAANA MAA LAM YA'LAM
         Mengajari manusia hal yang belum diketahuinya.

  • “Pengajaran pertama di sekolah adalah Calistung” : Calistung kependekan dari membaca, menulis, dan berhitung merupakan awal dari segalanya. Calistung merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap anak sejak anak tersebut  masuk kejenjang pendidikan. Dari membaca, anak bisa mengerti huruf, kata, dan kalimat. Dari menulis, anak bisa memiliki kemampuan untuk menumpahkan ide dan bahasa melalui tulisan. Sedangkan, dari berhitung, anakbisa mengetahui perhitungan tertentu dari setiap objek. Semakin cepat seorang anak bisa menguasai Calistung, semakin mudah pula untuk menjalani proses pendidikan selanjutnya. Dengan begitu, anak tersebut bisa menjadi anak yang pandai. Sebab, ia bisa lebih mudah memahami setiap pembahasan dan menyelesaikan setiap masalah dalam pembahasan tertentu.

3. Kondisi Minat Baca dan Kebiasaan Membaca:
Minat dan kebiasaan membaca masyarakat Indonesia rendah

4. Penyebab Rendahnya Minat Baca dan Kebiasaan Membaca:

  • Menganut budaya lisan (mendengar dan mengobrol)
  • Buku bacaan umumnya bersifat self sufficient (tidak menuntut pembacanya untuk memperluas bacaan bagi pengayaan pengetahuan.
  • Pendidikan masih berpusat pada guru, guru menjadi sumber informasi utama, termasuk menerangkan dan menjelaskan isi buku pelajaran yang seharusnya dibaca sendiri oleh siswa.

5. Menumbuhkan minat baca dan kebiasaan membaca:

  • Melalui pendidikan sekolah : Mengubah pola belajar mengajar dari guru sebagai informan utama menjadi guru sebagai pendorong peserta didik untuk terus mencari pengetahuan sendiri melalui berbagai bahan pustaka dengan sistem penilaian yang memperkuat cara tersebut . Pola penulisan buku menghindari pola self-sufficient, melainkan merujuk kepada buku atau sumber bacaan lain yang harus dibaca untuk memperkaya pengetahuan siswa atau mahasiswa.Kurikulum pendidikan harus lebih mengutamakan intensitas daripada ekstensitas.
  • Melalui pendidikan luar sekolah : Mengubah budaya lisan (mendengar dan mengobrol) diantaranya melalui Pendidikan Keluarga melalui keteladanan orang tua dan disiplin belajar yang diciptakan di lingkungan keluarga,  melalui kejar paket A, Paket A, Paket B. Mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Pengembangan Perpustakaan,dll.